Hujan hari ini

Dingin dan dingin….. itulah yang kurasakan sejak tadi, semua karena hujan yang mengguyur kota Banda Aceh dan sekitarnya sejak tadi malam sangat deras. Awan hitam di angkasa masih perkasa mengangkangi bumi dan sesekali angin kencang datang sehingga mau tak mau jaket yang sudah di tubuh di peluk lagi.

Dimeja masih tersisa sedikit kopi kluet yang sudah dingin sementara batangan rokok sudah berubah menjadi bubuk yang teronggok tak berarturan di asbak kaca. Sesekali mata ini menatap keluar dan memaksakan pandangan menerobos tetesan hujan yang masih saja mengguyur dan melihat jalanan yang basah dan sepi dari pejalan. Hati yang resah atas beban tanggung jawab yang belum terwujut dihari ini untuk seperti biasa kembali berkecimpung dengan siswa siswi di madrasah, Aku rindu kalian…

Sudah puas hati ini berandai- andai, sudah lelah juga ber angan- angan untuk sesegera mungkin berada diantara mereka dan menunaikan tanggung jawab yang sudah diterima namun apalah daya…..

Tiadalah dekat jarak kita muridku, puluhan kilometer harus kutempuh untuk bertemu kalian dan mengajarkan ilmu yang sudah digariskan untuk kalian. Sementara ini segala macam mantel dan jaket tiada berguna disaat hujan dan angin kencang tiba. Tunggulah sesaat lagi, kalian doakanlah agar hujan segera reda dan supaya badai segera sirna setidaknya memungkinkan tubuh ini mengarunginya.

Kembali kududukkan tubuh ini dikursi kerja sembari menulis kata demi kata pada secarik kertas, sembari menyaksikan beberapa anak kecil yang bermain air hujan didepan rumahnya sambil tertawa senang dan bercengkrama.

Semua itu mengingatkan diriku akan ungkapan seorang sahabat yang menanggapi kehadiran hujan tempo hari, Dan saat itu hati ini memang sangat suka melihat hujan turun.

” Mudah bagimu menyukai hujan jika… Engkau hanya melihat hujan itu dr balik jendela sambil memegang segelas kopi hangat.

Mudah bagimu menyukai hujan jika… Engkau sedang berada di balik selimut tebal dan di atas kasur yg sangat empuk…

Mudah bagimu menyukai hujan jika… Engkau hanya sedang mengenakan pakaian rumah dan tidak bersandal sehingga bebas bermain hujan di luar tanpa peduli datangnya sakit.

Tapi…

Ketika hujan datang saat engkau sedang berada dalam perjalanan ke atau dari kantor, sedang mengenakan pakaian kerja lengkap dgn sepatu kerjanya, lalu punggungmu sedang menyandang ransel yang berisi seperangkat alat kerja seperti laptop dan gadget penting lainnya… Lalu engkau tidak memiliki kendaraan pribadi, harus repot-repot menunggu angkot lewat di luar untuk berpergian…

Masihkah engkau menyukai hujan???

About these ads

Bagaimana menurut anda... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: