Hari Kemaren dan Esok

Adikku tersayang,

Godaan dunia dewasa ini sangat – sangat menggoda, salah sedikit pasti akan tergelincir dan setelah tergelincir sudah pasti jua akan kecebur. Siapa sih yang ingin? hanya orang yang tidak punya pegangan hidup saja yang dengan senang hati akan menceburkan dirinya dikubangan lumpur duniawi dan larut dengan kebinalan dan rayuan setan yang terkutuk.

Sepertinya hal itulah yang kadang membuatku khawatir apabila suatu saat engkau yang saat ini sedang dalam masa kuliah akan tergelincir. Semoga tidak yaa Robb,…. Amin. 

Dalam catatan singkat ini diriku ingin memberikan sebuah pemikiran yang seyogyanya tulisan ini bisa dibaca oleh mu. Semua ini mungkin juga terdorong oleh maraknya berbagai paham yang terjadi dalam masyarakat kita akhir – akhir ini dengan bentuk ajaran – ajaran sesatnya dan juga dengan teror para milisi NII ( Negara Islam Indonesia) yang senantiasa “mencuci otak” korban untuk direngkrut menjadi anggotanya. Masalah tersebut sangat mengancam perkembangan generasi muda khususnya engkau sebagai mahasiswa. Sangat wajar rasanya jika sebagai Abang, diri ini sangat mengkhawatirkanmu.

Wahai Adikku, Apa yang terlintas dibenakmu tentang kamu kemarin dan hari ini? Apa engkau pernah menyadari, setiap kaki yang engkau tapakkan dan ucapan yang engkau lontarkan adalah resiko hidup yang akan di jalani. Dari tahun ke tahun umurku, umurmu bertambah. Pertumbuhan itu membuat kita memikirkan apa tujuan hidup kita. Sudahkah kau tahu, untuk apa kita hidup di dunia ini, dan apa tujuan kita?

Ada seorang guru berkata kepada muridnya :
“Kita dulu bayi yang belum bisa jalan, melihat orang lain berjalan kita ingin jalan, kita melihat orang lain berlari kita ingin juga lari, kita melihat orang lain bersekolah kita juga ingin bersekolah, begitu juga seterusnya”

Kejadian itu membuat kita terbayang bahwa kita tidak tahu arah tujuan hidup kita. Kita hanya meniru apa yang orang lain lakukan, tanpa melihat sisi positif dan negatifnya. Sejak umur 17 tahun seharusnya engjau semakin dewasa, dan tahu apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan, dan tahu kemana kau harus melangkah untuk kedepannya.

Sebelum semua terlambat, engkau pupuklah apa yang di perlukan untuk masa depan. Sedikit-demi sedikit, hingga menjadi bukit dan dimasa depan kelak engkau pasti akan memanennya. Jangan di sia-siakan hidupmu di dunia ini adikku, buatlah orang-orang di sekitarmu bangga.

 ( Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan. )

Dari Batas Kota, 22.04.2011

Perihal dee
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Semoga saya bisa seperti itu...

12 Tanggapan untuk Hari Kemaren dan Esok

  1. Nova mengatakan:

    sebuah catatan yang bagus sebagai bahan renungan

  2. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Mari mulai hari ini kita perbaiki yang salah agar kita tidak tercebur kedalam jurang yang sangat dalam.
    Terima kasih bang atas kunjungannya dan catatan bermanfaat ini sangat bermanfaat untuk saya
    Salam takzim Batavusqu

  3. choirul mengatakan:

    ya memang kita harus menanamkan dalam diri kita aqidah yang benar agar tidak mudah tergoda… nasehat ini sangat bagus untuk saya

  4. Mabruri Sirampog mengatakan:

    nasehat yang bagus dan mudah2an dimengerti oleh kita semua…
    mari kita berusaha bersama-sama untuk tetap berada di jalan yang benar sesuai dengan garis2 yang diajarkan Tuhannya…

    salam dari saya

  5. Anugrha13 mengatakan:

    semoga saya tidak ikut2an tersesat :( dan iman saya toidak goyah ah :)

  6. dewanggapradhana mengatakan:

    Memang harus bisa jaga diri…

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s