Do Not Open Windows
21/06/2011 41 Komentar
Sahabat, Hari ini saya masih dalam masa rehat beraktivitas. Seperti biasa saya nongkrong di sebuah warkop dengan beberapa teman sambil bertukar pendapat tentang aneka macam peristiwa yang sudah terjadi. Pada dasarnya saya anti pada cerita yang berbau politik dan sebisa mungkin berusaha untuk tidak terlibat dalam percakapan yang berbau politik. Alasannya sangat sepele sahabat, Karena politik itu selalu berkesinambungan tanpa ujung yang jelas sehingga diperlukan lidah yang terlatih untuk menjabarkannya pada yang lain. Sayangnya lidah saya ini tidak pernah dilatih untuk membahas tentang politik apalagi tentang politik tingkat tinggi yang sering kita saksikan dimedia massa.
Oleh karenanya pada hari ini saya ingin berbagi cerita “asal” pada sahabat yang sekiranya masih betah berkunjung dipondok buruk ini. Cerita “asal” ini saya dapatkan dari seorang teman tadi malam ketika saya sedang tahlilan dirumah Pak Keuchik atau Lurah yang sedang mendapat musibah. Silahkan sahabat simak, Asal sahabat tersenyum dan tertawa sedikit saya sudah merasa sangat bahagia karena sudah membantu peredaran darah dalam tubuh sahabat menjadi lancar. Jangan bingung jika saya hubungkan tersenyum dan tertawa dengan peredaran darah, dulu ketika saya sedang sakit pak dokter pernah bilang, Jika ingin cepat sembuh banyak – banyaklah tersenyum dan tertawa sehingga akan memicu peredaran darah dalam tubuh berjalan dengan lancar.
Cerita kita hari ini begini:
Zulki adalah seorang alumni SMU yang baru saja diterima bekerja pada sebuah NGO asing di Banda Aceh dan ditempatkan bekerja pada ruangan ber-air conditioner alias AC dan satu unit komputer.
Suatu hari disaat dia diminta mengetik laporan, tiba-tiba sang bos masuk dan marah-marah.
“Hei! Kamu menulis dengan WordStar DOS ya?” hardik si bos yang orang bule itu. “Sekarang sudah tahun 2011, harusnya kamu menggunakan Microsoft Word!” Tambah si Bule dengan mata melotot.
“Habis, ruangan ini ber-AC sih, Pak,” jawab Zulki santai. Si Bos melengak
“Lho, apa hubungannya?” tanya si bos.
“Bos lihat saja sendiri ke AC itu!” si zulki beralibi sambil telunjuknya mengarah ke AC yang menempel didinding.
Si bos pun melirik ke arah AC. Di bawahnya ia melihat tempelan tulisan ‘Air conditioned room. Do not open windows!’
“Kalau buka Windows saja tidak boleh, bagaimana saya mau buka Microsoft Word? Padahal saya diharuskan patuh pada peraturan disini!” timpal Zulki.
Si Bos dengan muka merah padam berkata pada zulki. “Makanya, jangan tertidur saat dulu belajar bahasa Inggris!” Setelah berkata demikian si Bos keluar dan meninggalkan zulki. Zulki termenung, dia merenung sambil otaknya mencari dimana kesalahan yang telah dibuat sehingga membuat sibos marah – marah.
Kasihan si Zulki yang resah bin gelisah memikirkan penyebab si bos marah padanya, padahal dia sudah berusaha untuk maksimal bekerja sesuai aturan dan dosis yang berlaku dan senantiasa mengingat pesan emak dirumah agar selalu mengikuti instruksi di ruangan kerja. Tapi kenapa si bos marah…???
Jika sahabat ada yang tau jawabannya, tolong kasih tau pada Zulki ya…Terima kasih atas partisipasi sahabat pada Zulki, semoga Allah, Tuhan yang maha esa memberikan kesehatan dan hidayahnya pada sahabat semua. Aamiin…
Saleum dmilano



Komentator Anyar