Sebuah Cerita di Persimpangan
17/11/2011 29 Komentar
Saleum,
Hari belum beranjak siang, akan tetapi untaian kata – kata tak enak sudah meluncur dari mulut salah seorang ibu yang merasa waktunya dirugikan oleh situkang becak karena becak yang ditumpanginya bocor ditengah jalan. Sesekali kuperhatikan bagaimana sabarnya situkang becak dalam menghadapi omelan dari ibu itu yang baru beberapa menit menjadi penumpangnya sambil terus mengganti ban belakang becaknya dengan ban serap. Tukang becak itu sebenarnya gondok alias sebel juga diomelin ketika sedang berupaya mengganti ban, bukan kah ban becaknya bocor disaat sedang berjalan dan tidak pula disengaja,begitu pikirnya. Akan tetapi demi kebaikan dan sebagai rasa tanggung jawabnya pada penumpang, dia berusaha tidak mau meladeni gerutuan ibu itu dengan perbuatan yang sama. Dengan bergegas dia mengganti ban becaknya agar perjalanan bisa segera dilanjutkan. Dan begitulah, akhirnya dengan penuh kesabaran, pekerjaannya itu selesai dan dengan senyum ramah lalu mempersilahkan ibu tadi naik kembali. Ah… betapa baiknya pekerti tukang becak itu dalam melayani penumpangnya yang emosional.
Lalu perhatianku beralih pada sipenumpang becak itu yang sekarang duduk dengan muka merengut diatas becak. Seorang wanita setengah tua dengan dandanan yang lumayan mentereng dan sepertinya akan menghadiri sebuah hajatan penting. Dia masih saja merengut ketika becak sudah berjalan dan berlalu dari pandanganku yang saat itu sedang ngopi disebuah warung kopi yang berada persis di dekat tekape. Salah seorang temanku nyelutuk “ Tuh liat, sipenumpang yang gak pengertian….”. Aku menanggapinya dengan senyum karena masih teringat akan kesabaran situkang becak tadi.
Sahabatku, Ada banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan lewat kejadian – kejadian disekitar kita andai kita mau membuka hati nurani. Biarpun tampak kecil dan biasa saja, namun sebuah cerita di persimpangan ini punya hikmah tersendiri untuk kita telaah menjadi bekal kita bersosialisasi. Belajarlah menyebarkan energi positif dan jangan menyalahkan keadaan karena tidak akan membuat keadaan jadi lebih baik, bahkan akan menjadikan kita lebih stres dan frustrasi. Dengan kesabaran maka semua masalah akan teratasi dengan baik.
Saleum




Komentator Anyar