Ketika Kita Mencintai …

Apabila ’Aku mencintaimu karena Dikau mencintaiku’,
maka Cintamu menjadi semata-mata seperti reaksi transaksi timbal balik,
seperti seseorang sedang berjualan
dan yang satunya sedang membeli di hiruk pikuk sebuah pasar.
Dan Cintamu bukanlah lagi sebuah ’cinta yang sakral tanpa syarat’
Akan tetapi lebih menjadi hal lumrah yang murah
dan diperoleh dengan sangat mudah.
Mencintai tidak mengenal meminta balasan
ataupun segala bentuk imbalan apapun sebagai balasannya;
atau bahkan tidak merasakan perasaan bahwa Engkau sedang memberi sesuatu –
karena perasaan memberi akan membuatmu menunggu balasan,
apapun bentuknya
walau sekedar ungkapan terimakasih atas pemberianmu,

Mencintai lebih dari memberi sesuatu,
Ketika Engkau mencintai
Engkau berbagi bagian kehidupanmu yang terindah

Karena:
’Mencintai membuat Dirimu menjadi insan yang bebas’
Memberi tanpa ikatan dan keterlekatan
yang menanti balasan,
menunggu pamrih apapun,
maupun menunggu jawaban:
’Aku juga cinta Kamu.’

(Terjemahan bebas ’What is Love’ by J. Khrisnamurti.oleh Emmy LD)

*** Kita bisa banyak belajar dari puisinya J. Khrisnamurti yang berjudul ’What is Love?’

Sehingga kita bisa menjadi makhluk yang bebas mencintai tanpa syarat apapun, dan membebaskan diri dari pelekatan diri dan keterlekatan menanti jawaban: ”Hei…, aku juga sayang kamu!”

Selamat mencintai tanpa pamrih.

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: