Hakekat Hidup di Dunia

Sahabat, Pernahkah anda ingin hidup selam 1000 tahun lagi di dunia ini…??? Jika pernah berarti anda punya sebuah keinginan yang hebat sebagai manusia biasa. Namun kehebatan tersebut terkadang kalah daripada takdir yakni Maut. Sang Mautlah yang memisahkan anda dari keluarga tercinta tanpa mereka mampu untuk menolong, Sang mautlah yang memisahkan anda dari sahabat, dan handai taulan, dan Sang maut jugalah yang memisahkan anda dari kesuksesan anda semasa hidup. Yang terpenting untuk dicermati adalah datangnya sang maut itu yang sama sekali tiada pernah terduga.

Hingga dizaman modern ini belum ada satu alatpun yang kuasa mendeteksi datangnya maut karena hidup matinya manusia hanya Allah, Tuhan semesta alam yang mengetahuinya.

Hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.

Allah SWT berfirman dalam Al Qu’ran :

” Ketahuilah, bahwa sesung-guhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyak harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaannya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid, 57:20)”

Mungkin diantara kita pernah melakukan ziarah kubur atau sekedar berkunjung ke tempat berkuburnya orang-orang yang sudah meninggal dunia. Letaknya sepi, jauh dari perkampungan dan pemukiman rumah penduduk negeri. Itulah tempat terakhir dan tempat istirahat panjang semua manusia yang pernah hidup. Di bawah pohon-pohon kamboja yang rindang terdapat nisan-nisan sepi yang diam. Pada nisan yang telah berlumut dan lusuh itu tertulis nama orang yang meninggal, tahun lahir dan kematiannya. Orang-orang yang berkubur di dalamnya tentu saja semasa hidupnya juga seperti kita yang sekarang masih hidup, punya keluarga, anak isteri, pergi bekerja, menikmati bahagia di waktu senggang, nonton TV, merayakan ulang tahun atau mengeluh ketika harga-harga di pasar naik.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabuut 29: 57)

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS : Al A’raaf, 25

Sahabat, Ketika anda didunia mungkin anda berada dalam gelimangan harta benda baik itu didapat secara halal maupun secara haram sehingga anda termasuk orang yang kaya raya, dengan kekayaan tersebut anda berfoya foya ditempat yang diharamkan, dengan harta tersebut anda larut dalam gemerlapnya dunia, dan dengan harta tersebut anda berbuat semau anda sehingga anda merasa bahwa anda adalah raja didunia ini. Kesombongan semakin menjadi jadi seiring geliat nafsu yang terus saja diturutkan. Tapi apakah anda ingat akan maut…??? apakah anda tahu sampai kapan anda didunia ini..?? sehingga jika maut menjemput anda sementara anda lupa kepada Allah dan segala perintahNya niscaya anda termasuk kedalam golongan yang merugi dan tentu saja dineraka jahanam tempat anda berada.

Firman Allah dalam Al Qur’an :

“Dan janganlah engkau taati orang yang Kami lalaikan hatinya untuk mengingat Kami dan mengikuti hawa nafsunya dan keadaannya sudah melampaui batas”. (Al Kahfi : 28).

Kesenangan dunia dan perhiasannya telah menjadikan banyak manusia lupa dan lalai, oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengkhawatirkan umatnya dilalaikan dengan mengejar dunia dan melupakan kehidupan akhirat, karena yang demikian itu menyebabkan kaum muslimin mendapatkan hal yang tidak diinginkan:

  1. kaum muslimin lebih mencintai dunia dan tidak mau membela agama Allah karena lebih disibukkan dengan mengejar dunia dan perhiasannya walaupun dengan cara yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wajalla, sehingga kewibawaan kaum musliminpun hilang dan Allah jadikan mereka terhina bagaikan buih yang bawa oleh banjir.
  2. Cinta dunia menjadikan manusia gelap mata dan kikir, sehingga mereka berlomba mencarinya dengan berbagai macam cara walaupun harus dengan menumpahkan darah saudaranya
  3. Cinta dunia menjadikan manusia membabi buta tak peduli kepada halal dan haram, tidak ada lagi rasa takut kepada siksa Allah Ta’ala, ia mencari rizki tanpa mempedulikan hukum-hukum Allah

Karenanya, Jauhilah segala yang dilarang Allah, dan Takutlah terhadap azabNya dengan selalu berbuat baik dan berupaya untuk memperbaiki segala kesilafan dan kesalahan selama anda hidup. Tiada berarti kemewahan, tiada berarti kekuasaan dan tiada berarti segala kesombongan karena ketika anda mati maka yang anda bawa ke alam kubur hanyalah kain kafan dan keranda kayu. Berbaik baiklah sesama manusia karena dengan demikian akan menambah kasih Allah kepada anda, sebab Allah sangat mencintai umatnya yang mempertahankan persaudaraan.

Segala sesuatu yang Allah ciptakan di alam semesta ini bersifat fana dan sementara, demikian pula halnya dengan makhluk bernama manusia. Semua makhluk hidup niscaya akan mati tanpa kecuali sebab hanya Allah yang maha kekal. Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada.
Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.

Ada sesuatu yang kita akan dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.

semoga bermanfaat,.

One comment

  1. sies · · Reply

    hidup wajib dinikmati , hidup itu wajib dijalani dan kwajiban hidup perlu di pahami bukankah hidup itu sebuah amanah !..

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: