Mari kita Bercita cita

Saya punya cerita menyangkut yang namanya cita- cita, secara tidak sengaja setelah pulang sholat Jum’at. Saya mendengar obrolan tiga orang anak SD yang berjalan didepan saya.

Salah seorang anak yang berbaju putih berkata pada kedua temannya bahwa dia kalau sudah tamat SMA akan jadi Dokter alasannya supaya bias ngobatin saudara dan orang lain, bagi saya itu adalah cita-cita yang bagus dan mulia. Kemudian anak yang berbaju coklat mengatakan kalau dia akan menjadi Polisi karena ingin memberi rasa aman kepada lingkugannya, itupun cita cita yang bagus, Nah,… anak yang memakai baju kemeja mengatakan kalau dia bercita cita mau menjadi Ustadz seperti khatib jum’at tadi yang tutur katanya santun, lancar dan terdidik.

Saya tersenyum dan mencoba memikirkan makna dari cita cita mereka bertiga. Bagi saya semua cita cita mereka adalah lumrah sebagai anak anak dan alangkah baiknya cita cita tersebut sanggup mereka wujudkan disuatu hari nanti.

Cerita diatas adalah sekelumit dari pada realitas yang terjadi terhadap anak bangsa yang juga punya cita – cita namun didalam usahanya untuk mewujudkan dihinggapi penyakit lalai. Penyakit itulah yang kerap menunda setiap impian dan cita cita, karena dia akan berusaha membujuk hati kita untuk terus menundanya dengan bisikan bisikan yang membuat kita malas padahal jika saja kita menyadari bahwa untuk mewujudkan cita cita harus mempunyai tekat yang kuat, berani terhadap tantangan dan selalu membuka diri terhadap perubahan yang ada maka cita cita tersebut akan mudah untuk direalisasikan.

 

Pada dasarnya sejarah mencatat manusia besar dalam setiap jamannya adalah orang-orang yang memiliki cita-cita besar, bukan sekedar ucapan saja tapi mereka membuktikan dengan segenap usaha dan kesungguhannya. Jangan pernah berfikir mereka tidak pernah gagal dalam mewujudkan cita cita besar mereka itu, ketika mereka gagal dalam usahanya maka mereka mencari cara lain untuk berhasil dan seterusnya begitu karena seperti kata pepatah “banyak jalan menuju roma” artinya apa? Artinya adalah terdapat banyak celah yang bisa dilalui dan dilakukan untuk tujuan tersebut yang paling utama harus tetap ada niat untuk terus menerus berusaha tanpa pernah putus asa. Maka dengan demikian cita cita yang pernah diniatkan sedari kecil sedikit demi sedikit akan terwujud.

Ada satu poin yang perlu kita ketahui, mengapa orang yang bercita-cita besar terus berusaha walau mereka mengalami berbagai macam kegagalan?. Sebab mereka menyadari, sebuah keinginan besar dan cita-cita tinggi tak bisa diperoleh dengan sedikit usaha dan perjuangan setengah-setengah.

Berikut nasihat dari ulama besar yang patut kita renungkan :

“Suatu kenikmatan tidak akan bisa dicapai melalui kenikmatan juga. Barang siapa yang lebih banyak mengutamakan istirahat, maka ia akan didatangi oleh peristirahatannya sendiri. Sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelezatan yang dirasakannya,” demikian ujar Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah.

Bagaimana sobat, sudah tidak ragu lagi untuk bercita-cita besar? kalaupun kemarin cita-cita atau impian kita berserakan, yuk kita coba mengumpulkan kembali impian-impian tersebut, merangkainya menjadi suatu rencana dan mewujudkannya dengan aksi nyata. Apa yang kita ucapkan dan apa yang kita tuliskan merupakan bagian dari doa.

Selamat bercita cita sobat,..🙂

 

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: