Bila Anda sedang sakit

Mari kita bermuhasabah dan berkeyakinan bahwa segala penyakit yang menimpa diri kita adalah untuk kebaikan diri kita, sekalipun itu berupa ujian, ia tidak lain hanya untuk menghapus dosa dosa kita yang pernah dilakukan.

Kalimah ” Alhamdulillah” begitu mudah diucapkan ketika kita sedang diberikan nikmat tetapi sukar sekali diucapkan ketika kita sedang sakit ataupun ditimpa musibah. Kalimat tersebut memberi makna kepada kita bahwa segala pujian hanya bagi Allah SWT, tiada yang layak dipuji selain Dia, sekalipun pada saat kita diuji dengan berbagi ujian dan cobaan. Mengucap kalimah itu ada hikmah lain dibalik cobaan tersebut yang tidak kita ketahui.

Fitrah manusia adalah makhluk yang Dha’if, dan lemah. Banyak hal yang tidak kita ketahui dan berada diluar jangkauan nalar kita, dan kita tidak dapat menduga sesuatu yang terjadi hari ini dan hari esok. Rasulullah bersabda : ” dua nikmat yang kebanyakan manusia terpedaya yaitu nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan atau kelapangan” (HR. Bukhari).

Apabila kita sakit maka hilanglah nikmat sehat. Semua orang pasti pernah merasa sakit. Sakit memang menyakitkan tetapi tahukah kita bahwa kesakitan itu lah yang menyadarkan kita dari banyak hal termasuk kelemahan diri.

Ilmu kedokteran modern bisa menyembuhkan sakit jasmani. Lalu bagaimana dengan sakit jiwa atau sakit rohani? Jiwa yang sakit dikaitkan dengan penyakit hati, seperti dengki, riya, angkuh, takabbur, tamak, fitnah dan lain sebaginya. Sakit ini sebenarnya sangat berbahaya  karena dapat mendorong manusia untuk menyakiti sesama manusia, sehingga menimbulkan pertengkaran, keributan dan sebagainya didalam bermasyarakat. Dan jelasnya bahwa jiwa dan rohani yang sakit akan mempengaruhi kepada kesehatan jasmani.

Setiap penyakit ada obatnya. Allah SWT yang menjadikan penyakit, Dia jugalah yang menyembuhkannya.  Rasulullah SAW bersabda : ” Berobatlah kamu wahai hamba Allah. sesungguhnya Allah SWT tidak akan menurunkan suatu penyakit melainkan Allah SWT juga menurunkan Obatnya” (Riwayat Ashhabus Sunan).

Ramai dikalangan kita yang mengeluh apabila ditimpa oleh suatu penyakit yang menjadikannya lemah dan kurang berdaya, baik jasmaniyah maupun rohaniyah. Bahkan barangkali ada yang berperilaku diluar batas karena tiadanya sifat sabar dan tidak rela menerima ketentuan Allah SWT.

Orang yang sabar dan tau bersyukur akan merasakan manis dan nikmatnya sakit itu. Ia terpilih untuk menerima ujian dari Allah, dan dengan Ujian itu lidahnya akan selalu basah oleh Dzikir dan hatinya selalu dekat dengan Allah serta pikirannya selalu merenungkan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Orang inilah yang telah terlebih dahulu merawat rohaninya kemudian merawat jasmaninya. Sungguh beruntung jika kita mampu memanajemenkan rohaniyah kita sehingga timbul sikap ikhlas dan rela terhadap ujian dariNya.

Rasulullah SAW pernah menyampaikan yang maksudnya :” bahwa rintihan orang sakit tercatat sebagi tashbih, kegelisahan dan jeritannya sebaginya tahlil, nafasnya umpama sedekah, tidurnya sebagi ibadah dan kegelisahannya dari satu penyakit ke penyakit lain adalah seperti berjihad dijalan Allah serta dicatat baginya sebaik baik amalan yang dikerjakan sewaktu sehatnya”.

Allah SWT mendidik hambaNya agar kembali kepadaNya dari kelalaian mengejar keduniawian. Andaikata selalu mengeluh dengan sakit yang sedikit itu kita akan merasa bahwa sakit itu adalah bala atau kutukan. Tetapi sebaliknya yaitu adanya kesabaran ketika mendapat sakit malah akan menambah pahala. dan ketahuilah semakin berat ujian yang diberikan Allah, semakin tinggi derajat kita dimataNya.

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: