Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran

Pagar rumah dibuat untuk memberikan rasa aman, bukan memberikan aman. Belakang rumah saya pagari dengan tanaman singkong, setelah 3 bulan tiba saatnya memanen pagar, cukup sebatang, lantas ditanami kembali agar pagar tetap rapat. Yuk sarapan gorengan pagar!  Pagar merupakan wujud kekhawatiran akan rasa aman. Khawatir ulah jahil orang yang tak diundang pada saat diri lengah. Ini mirip juga asuransi, membeli atau membayar asuransi berarti mengamankan sesuatu sehingga tak merugi bila ada musibah.

Kalau mau dikaitkan kadang ada benar dan tidaknya. Model atau bentuk pagar rumah akan mencerminkan karakitaer pribadi empunya rumah, ingin sekedar tahu silahkan google. Termasuk yang mana pagar rumah anda, benerkah begitu karakitaer anda? Jangan jawab!

Mungkin anda lebih suka pagar alami (memanfaatkan tanaman), seperti saya, meskipun kini belum terawat. Ada tips untuk menghilangkan kekakuan pagar dari tembok kokoh dengan menanaminya tanaman merambat/menempel di pagar, menambah kesejukan kala dipandang. Pagar dengan tanaman khusus pagar memberikan kesan yang alami dan mencerminkan karakitaer empunya yang alami pula. Tentu masih harus dikaitkan dengan bentuknya. Dulu sering kita jumpai di pedesaan tanaman beluntas sbg pagar pekarangan, asri dan sejuk.

Pagar hidup memang memerlukan perawatan rutin sehingga tidak terkesan tak terawat seperti pagar saya. Mungkin seminggu sekali perlu pemangkasan, iseng2 sambil olah raga pagi atau sore hari. Nikmati aroma alami dari tanaman pagar yang kita pangkas huuu segar…

Membereskan atau merapikan pekarangan dari rumput liar ternyata merupakan akitaivitas yang bisa sedikit mengurangi tekanan kerja keseharian. Rasakan sengatan lembut mentari pagi yang tentu bermanfaat untuk akitaivasi pro vitamin D. Nikmat sekali, nikmati pula aroma terapi dari aroma rerumputan dan tanahnya.

Ternyata membereskan pekarangan juga kadang diniatkan keliru, misalnya agar terlihat bersih oleh orang lain. Padahal itu miliki kita kenapa malu kalau pekarangan sendiri kotor, dinikmati saja jadi tidak ada pamrih untuk mendapatkan pujian dari pihak lain. Bikinlah enjoy dengan pekarangan sendiri. Kita hidup dimasayaarakat kadang memang tidak bisa berniat selalu baik terkait diri kita. Mengapa kita tidak enjoy dengan apa yang kita punya, kenapa takut malu atau sok berasa tidak patut. Kalau sudah begitu diri kita tidak akan bisa menjadi diri kita sendiri.

Kalau kita bisa menikmati kesemaruwutan di pekarangan kita ya nikmatilah, tak perlu merasa tidak nyaman dengan orang lain. Toh mereka tidak tahu bahwa kitalah yang punya justru menikmatinya. tentang kondisi pekarangan janganlah berpura-pura agar selalu terlihat begini atau begitu. Mari jujur dengan apa yang kita punya tentang lingkungan kita itu. Kesemrawutan pekarangan kadang di pandang pencerminan diri penghuninya, padahal sang penghuni memang belum bisa meluangkan waktu untuk membereskannya. Apakah akan berubah pandangan begitu ketika kondisinya telah rapi?

Oh ya pagar dibuat juga kadang diniatkan untuk menutupui ketidakberesan di dalamnya. Ini untuk jaga image, biar tidak malu tentang apa yang ada di dalamnya. Ini keliru juga, sebuah ketakjujuran terkait pekarangan dengan pagar.

Itulah opini dari celotehan dari facebook saya.

* trims atas pencerahannya Mr. Urip

6 comments

  1. […] tahu silahkan google. Termasuk yang mana pagar rumah anda, benerkah begitu karakitaer … https://dmilano.wordpress.com/2 .. Share and […]

  2. […] Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran « Bias Senja Description : Pagar rumah dibuat untuk memberikan rasa aman, bukan memberikan aman. Belakang rumah saya pagari dengan tanaman singkong, setelah 3 bulan tiba saatnya memanen pagar, cukup sebatang, lantas ditanami kembali agar pagar tetap rapat. … https://dmilano.wordpress.com/2 .. […]

  3. […] Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran « Bias Senja Description : Pagar rumah dibuat untuk memberikan rasa aman, bukan memberikan aman. Belakang rumah saya pagari dengan tanaman singkong, setelah 3 bulan tiba saatnya memanen pagar, cukup sebatang, lantas ditanami kembali agar pagar tetap rapat. … https://dmilano.wordpress.com/2 .. […]

  4. […] Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran « Bias Senja Description : Kalau mau dikaitkan kadang ada benar dan tidaknya. Model atau bentuk pagar rumah akan mencerminkan karakitaer pribadi empunya rumah, ingin sekedar tahu silahkan google. Termasuk yang mana pagar rumah anda, benerkah begitu karakitaer … https://dmilano.wordpress.com/2 .. […]

  5. […] Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran « Bias Senja Description : Pagar rumah dibuat untuk memberikan rasa aman, bukan memberikan aman. Belakang rumah saya pagari dengan tanaman singkong, setelah 3 bulan tiba saatnya memanen pagar, cukup sebatang, lantas ditanami kembali agar pagar tetap rapat. … https://dmilano.wordpress.com/2 .. […]

  6. […] Pagar Rumah, Niat, dan Kejujuran « Bias Senja Description : Kalau mau dikaitkan kadang ada benar dan tidaknya. Model atau bentuk pagar rumah akan mencerminkan karakitaer pribadi empunya rumah, ingin sekedar tahu silahkan google. Termasuk yang mana pagar rumah anda, benerkah begitu karakitaer … https://dmilano.wordpress.com/2 .. […]

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: