Seribu Hati

Suatu senja di peraduan kota
hati itu terlanjur berdusta
pada jiwa yang menguyah duka
di perempatan jalan menggantung hidup
pada raga yang menguyah luka
hanya puing-puing tanpa rekah bahagia
yang menyisakan jejak hari esok
tatkala penguasa mendekap jeritan sunyi

(Banda Aceh, 17 Februari 2011)

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: