Belajarlah dari Arus yang kecil

Sekumpulan kecil arus air turun dari ketinggian gunung, jauh di atas sana lalu melalui sejumlah desa dan hutan, hingga ia mencapai padang pasir. Arus kecil itu lalu berpikir, “Aku telah melewati begitu banyak rintangan. Tentunya tidak ada masalah buat aku melintasi padang pasir ini!” Namun ketika ia memutuskan untuk memulai perjalanannya, ia menemukan dirinya menghilang secara perlahan-lahan ke dalam padang pasir.

Setelah mencoba berkali-kali, ia masih tetap menemukan dirinya yang menghilang dan hilang terbawa hamparan padang pasir, hal ini membuatnya merasa sangat sedih. “Mungkin ini nasibku! Aku tidak memiliki nasib untuk mencapai lautan luas seperti dalam legenda,” ia menggerutu dan mengutuk dirinya.
seketika, terdengar suara yang dalam dan jauh, “hei.. Jika awan dapat melewati padang pasir, tentunya sungai juga bisa.”

Aku mendengar seperti suara padang pasir, sahutnya”. Aku Tidak begitu yakin, arus kecil berteriak, “Itu karena awan dapat terbang, tapi aku tidak bisaa.”

“Itu karena kamu hanya melekat pada dirimu. Jika kamu benar-benar hendak melepaskannya, dan biarkan dirimu menguap, ianya akan menyeberang, dan kamu akan mencapai tujuanmu,” kata padang pasir dengan suara yang dalam.

Arus kecil tidak pernah mendengar hal seperti ini. “apakah aku harus melepaskan diriku sekarang dan menghilang ke dalam bentuk awan? Tidak! Tidaak!” Ia tidak dapat menerima gagasan demikian. Lagipula, ia tidak pernah mengalami hal demikian sebelumnya. Bukankah itu merupakan penghancuran diri untuk menyerah pada bentuk yang ia miliki sekarang?

“Bagaimana aku tahu bahwa saran ini benar adanya?” tanya arus kecil.

Hey arus kecil..”Awan dapat membawa dirinya menyeberangi padang pasir dan melepaskannya sebagai hujan di tempat yang tepat. Hujan akan membentuk sungai lagi untuk meneruskan perjalanannya,” demikian jawaban dari padang pasir dengan sabar.

“Akankah aku masih seperti diriku sekarang?” tanya arus kecil.

“Ya, dan tidak. Apakah kamu sebagai sungai atau uap yang tak kasat mata, hakekat diri kamu tidak akan pernah berubah. Kamu melekat pada kenyataan bahwa kamu adalah sungai karena kamu tidak mengetahui hakekat diri kamu,” jawab padang pasir.

Jauh di dalam sanubarinya, arus kecil pun tersadar, tersadar bahwa sebelum ia menjadi sungai, kemungkinan juga ia adalah awan yang membawa dirinya hingga ke atas gunung itu, di mana ia berubah menjadi hujan dan akan jatuh ke tanah lagi dan menjadi dirinya seprti sekarang ini. dan Akhirnya arus kecil mengumpulkan keberaniannya dan berlari ke dalam rangkulan awan yang membawanya ke perjalanan hidup berikutnya.

Sahabat, Perjalanan hidup kita seperti halnya pengalaman dari arus kecil tadi. Jika Anda ingin melewati rintangan dalam hidup Anda guna mencapai tujuan dari Kebenaran, Kebajikan dan keindahan, Anda juga harus memiliki kebijaksanaan dan keberanian untuk melepaskan sifat ke-aku-an (kelekatan pada diri Anda).

Mungkin Anda dapat menanyakan pertanyaan ini pada diri Anda: “Apakah hakekat diriku? Melekat pada apakah diriku ini? dan Sebenarnya apa yang benar-benar aku inginkan?”

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: