Datanglah, saya butuh dirimu

Siang masih saja panas, angin sepoi – sepoi yang diharap untuk datang tidak juga bertamu. Sambil berkipas kipas dengan sehelai kertas koran saya mencoba untuk rileks, ya… rileks lah yang saya butuhkan saat ini. Jika tidak bisa rileks dalam situasi panas begini malah akan mengakibatkan sesuatu yang lain. apakah yang lain itu ? hmm, saya masih merahasiakannya untuk sementara ini.

Sehelai kertas koran itu dari tadi saya pakai untuk mengipasi tubuh ini yang sudah berkeringat.  sedari tadi bibir senantiasa berkata, Angin, datanglah… saya butuh dirimu, namun angin tak jua hadir. kesel sih, tapi mau gimana lagi. kembali ke laptop ya.

Tidak dipungkiri lagi cuaca panas begini ada hubungannya juga dengan emosi. Banyak yang saya baca di media bahwa dalam situasi yang panas maka tingkat emosi seseorang akan bertambah beberapa kali lipat dan efeknya sudah jelas kita ketahui, KALAP men..!!! jika sudah kalap tiang listrikpun dihajar, batu gunungpun ditendang, akhirnya masuk rumah sakit. xixixixiiii….. salah sendiri, kenapa emosi dipelihara dengan suburnya dalam hati padahal masih ada cara lain yang lebih bermutu dan berkelas agar emosi itu dapat penyaluran. mau tau gak?🙂 Dari pada melampiaskan melalui tindakan negatif, melalui mabuk, drug (Obat-obatan ), atau pergi ke Bar . Padahal semua tindakan itu hanyalah bersifat pelampiasan atau tanpa disadari adalah penipuan pada diri sendiri.

“Kemarahan selalu diawali dengan ketidaksadaran dan diakhiri dengan penyesalan”.

Sahabat dmilano yang baik, semoga tips dibawah ini bisa  dipraktekkan agar kita mampu mengaplikasikan emosi kita itu secara baik dan terarah.

Yang pertama, Berzikir

untuk meredakan emosi dan memadamkannya  adalah dengan cara berzikir, sadar kembali, pulang pada eksistensi awal, atau kembali pada identitas. Dikatakan dalam Al-Quran, ” Zikirlah engkau sebanyak-banyaknya , karena hanya dengan zikir engkau akan menjadi tenang ( bahagia ) ” . Zikir adalah upaya menjernihkan kembali , mengembalikan jati diri jiwa. Ibarat seperti air yang jernih . Tentu hal itu merupakan kebahagiaan yang kekal bukan kebahagiaan sementara. Biasanya dalam ritual zikir seorang muslim diajarkan oleh Nabi dengan mengucapkan , ” Afdholu Zikri FAKLAM annahu , ” Lailahaillallah, ” . Yang artinya , seafdhol- afdhol atau sebaik-baik zikir ( Sadar ) adalah mengetahui atau memahami ( FAKLAM ) akan , ” Lailahaillallah ”.

Yang Kedua, Metode Pengalihan Perhatian.

Saat hati dikuasai emosi, lakukanlah hal-hal yang bisa menyita konsentrasi sahabat, misalnya ngeblog, menulis  atau mengerjakan tugas-tugas yang belum beres. Anda bisa pula mendengarkan musik, mencuci mobil, bersih-bersih rumah, jalan-jalan ke mal hingga belanja. Bagi yang bersifat agresif bisa menyalurkannya lewat olahraga, bahkan memukuli sansak. Menyediakan karung pasir sebagai sasaran tinju adalah salah satu alternatif ampuh. Sementara itu, dengan beres-beres rumah Anda telah membimbing pikiran untuk mengatur sesuatu pada tempatnya dengan rapi.

Begitulah sahabat, mungkin pada awalnya agak sulit dilakukan, sebab hati dan pikiran kita masih dikuasai oleh emosi. Tapi, lakukanlah terus aktivitas itu sepenuh hati. Biarkan konsentrasi kita terpecah antara mengerjakan sesuatu dan memikirkan kemarahan. Lama-lama kita akan terbiasa, bahwa kemarahan adalah sesuatu yang wajar, yang tidak harus dilampiaskan dengan berteriak atau meninju sesuatu. Tapi, jika suatu saat sahabat benar-benar sedang esmoni, eh emosi, langkah pertama yang harus diingat adalah menarik napas dalam-dalam, lalu keluarkan perlahan-lahan. Lakukan itu beberapa kali sambil mengingat pepatah di awal tulisan ini. “Kemarahan selalu diawali dengan ketidaksadaran dan diakhiri dengan penyesalan”.
Okelah kalau begitu, demikian dulu haba (catatan) dari saya, semoga bermanfaat di dunia maupun di akhirat.

Dengan sehelai kertas koran ini saya pun kembali berkipas ria, kipas…. kipas…. angin…datanglah, saya butuh dirimu….. 🙂

saleum

20 comments

  1. kalo saya lagi marah biasanya meninggalkan tempat dimana saya marah-marah tadi trus mengalihkan perhatian dengan cara nonton tivi atow ngenet😎

    1. asalkan positif bun, malah lebih baik begitu,….. )

  2. saya kalau marah pasti jongkok dan *kalau inget* beristigfar. Tapi kalau marah semarah-marahnya nangis aja yang kenceng, hhehhe bentar lagi juga lupa tadi marahnya kenapa, efektif loh ^^

    1. setiap kita punya gaya tersendiri kalau sedang emosi ya mbak, yang terpenting tidak melampiaskannya ke arah negatif,
      trims atas warnanya mbak,
      saleum dmilano

  3. saya malah heran, ko seperitnya saya ga bisa buat marah2 ya bang……
    ada yang bikin emosi, tetep aja ga bisa buat saya marah2,,, jadinya malah emosi saya yang terpendam, ga sampai dikeluarin,,,, nggrundel sendiri dalam hati,,

    makasih bang tipsnya,
    salaam

    1. Saleum juga bang, wah saya mau dong begitu bang mab, soalnya sudah terlalu banyak ni masalah yg terjadi yang buat saya sering emosi,🙂
      biasanya kata orang, kalau emosi terpendam tu suatu saat jika sedang kalap, luar biasa efeknya bang.. heheehe…
      saleum dmilano

  4. Wah makasih mas tips nya😀
    Memang panas yang teramat sangat bisa bikin emosi kita meningkat tajam >.<

    1. Hehehe,.. ternyata erat juga hubungan emosi dengan suhu ya sob, sedia selalu kipas ditangan😀

  5. dzikir emang obat paling mujarab seantero dunia untuk menenangkan diri dan fikiran🙂

    1. Setuju banget sob, Mudah2an dengan zikir kita semakin bisa memanajemenkan emosi kita sehingga kedepan kita semakin matang menghadapi setiap masalah yang datang

  6. tapi seperti mau ngamuk, soalnya ada genggaman tangan😀

    1. Cuma ilustrasi doang sob, malah tadi nya saya gak mau pake gambar segala, gak tau tuh kenapa tiba tiba saya berobah pikiran,…
      saleum dah mampir

  7. eh? kok foto postingan kita mirip sih? ihihihihi
    kepalan tinju cuma beda warna sajah😀

    ah jadi teringat marah2 tadi sore hiks

    *nyari angin*

    1. Foto postingan ini cuma ilustrasi belaka aja mbak, kan isinya gak sama, ya kan, ya lah, iya dong…..😀
      semoga anginnya bisa bertamu ya mbak
      saleum

  8. Agung Rangga · · Reply

    saya suka quotenya…😳
    “Kemarahan selalu diawali dengan ketidaksadaran dan diakhiri dengan penyesalan”

    1. Iya sob, sebelum ada penyesalan lebih baik kita senantiasa mengingat quote ini, hehehee

  9. hehehe saya juga ni lg senewen bawaannya pengen ngamuk-ngamuk..banting banting sesuatu tapi sayang ntar rusak😀

    1. waddooohh kang, jangan ngamuk2 ya, ayo kita nyari angin segar aja kang,…..😀

  10. Salam Takzim
    Kalau masih marah juga nyebur aja bang ke sungai, adem euy
    Salam Takzim Batavusqu

    1. Mau nya sih begitu bang biar adem, namun sayangnya sungau jauh dari tempat duduk saya waktu itu.
      saleum

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: