Belum Bisa Bangga

Dari sekolah saya berencana mau ke Darussalam sekalian melihat adik yang akan mendaftar online di Universitas Syiah Kuala yang menurut berita sudah mencapai 9.000 peserta. Sebuah lonjakan yang sangat besar dibandingkan tahun kemarin. Tapi berhubung cuaca yang sangat cerah seakan matahari seperti tembus dari balik helm sehingga saya mengurungkan niat ke sana dan memilih untuk singgah sebentar ke rumah Nek Di yang tak seberapa jauh dari sekolah. Akhirnya sampai juga saya.

“Apa yang sedang kamu baca Nek…?” saya bertanya pada Nek Di yang sedang khusyu’ dengan sebuah harian lokal di tangannya. Tanpa menoleh Nek Di menjawab

“ Koran…”. Singkat dan padat menurut saya. Dalam hati saya ngedumel juga, abisnya kehadiran saya seperti ada dan tiada saja bagi nya dan jawaban pun sekedarnya juga. Sementara suhu udara siang ini sangat panas. Setelah memarkirkan motor saya duduk disamping Nekdi.

“ Iya saya tau itu koran. Tapi dalam koran itu kan ada beritanya, trus yang sedang nek baca tu berita apa? “. Tanya saya lagi. Soalnya masih penasaran🙂

“ Halahaiii…. yung, loen (saya) sedang baca berita mengenai HKN, apa kamu tau apa itu HKN?” Nekdi kemudian bertanya. Saya menggelengkan kepala.

“ hehehe… HKN itu singkatan buatan loen mantong (saya saja), artinya Hari Kelulusan Nasional… “. Saya manggut – manggut. Dasar Nek Di suka – suka nya buat singkatan, ucap saya dalam hati.

“ Lalu bagaimana pula isi beritanya Nek…?” saya bertanya lagi.

Sambil menarik nafas panjang Nek Di lalu menjawab

“ Prestasi pendidikan geutanyoe (kita) di aceh sangat memalukan…”.

“ Kenapa bisa begitu nek…??” tanya saya sedikit heran. “ Soalnya yang sering saya dengar dari pemerintah daerah bahwa mutu pendidikan di aceh sudah termasuk katagori hebat untuk ukuran nasional”.

“ Memang hebat yung, malah predikatnya pun sudah jelas berada dinomor berapa se nusantara…” Jawab Nekdi.

“ Jadi kenapa mesti Nek bilang mutu pendidikan kita memalukan…??

Sambil meletakkan lipatan koran itu di meja, Nekdi berkata “ Asal kamu tau yung, Aceh berada di peringkat lima dari tujuh provinsi terburuk kelulusan siswanya dalam Ujian Nasional (UN) SMA sederajat tahun 2011, apa itu gak hebat yung…?? “ ungkap Nek Di berapi – api.

Sejenak saya tercenung, memang apa yang diungkapkan Nekdi benar adanya. Bagaimana kita bisa bangga dengan semua itu…

Kemudian saya membaca koran itu dan melihat fakta yang memprihatinkan. Dari data – data yang tertera disitu tertulis bahwa Kelulusan UN di Aceh jauh di bawah angka kelulusan UN nasional, dimana untuk jenjang SMA siswa yang lulus UN 2011 mencapai 99,22 persen, sedangkan yang tidak lulus 0,78 persen. Untuk SMK, jumlah siswa yang lulus mencapai 99,51 persen dan yang tidak lulus 0,49 persen.

Dari 23 kabupaten/kota, kelulusan tertinggi UN tingkat SMA/MA/SMK ditempati Kabupaten Aceh Tengah 99,87 persen (dari 2.321 peserta hanya tiga orang yang tidak lulus).

Disusul Kota Subulussalam 99,78 persen atau 897 siswa dari 899 peserta, Aceh Tenggara 99,72 persen atau 3.261 siswa dari 3.270 peserta, Gayo Lues 99,72 persen atau 1.060 siswa dari 1.063 peserta dan Bener Meriah 99,31 persen atau 1.435 siswa dari 1.445 peserta UN.

Sedangkan kabupaten terendah kelulusan UN adalah Aceh Timur dengan siswa tidak lulus mencapai 391 orang dari 3.646 peserta. Disusul Aceh Besar sebanyak 227 orang dari 3.339 peserta, Nagan Raya 149 orang dari 1.618 peserta, Aceh Selatan 143 orang dari 3.171 peserta dan Bireuen 127 orang dari 5.724 peserta.

Dengan menarik nafas yang tiba – tiba terasa berat, dalam hati saya membathin, ternyata saya belum bisa bangga dengan pendidikan di nanggroe nyoe ( negeri ini ). Saya menoleh pada Nek Di yang masih terlihat kesal dengan berita itu. Saya sebenarnya heran, kenapa Nek Di sampai segitu kesalnya menyingkapi berita tentang ke tidaklulusan peserta UN itu.

“ Nek, sudahlah… tak usah difikirkan lagi, biarlah itu akan menjadi pe’er bagi instansi terkait untuk kembali bersungguh – sungguh membenahi mutu pendidikan di aceh, untuk apa kita terlalu memikir yang bukan prioritas kita nanti malah tensi darah naik..”. ujar saya sambil berseloroh. Saya berharap ucapan saya itu bisa membuatnya tersenyum tapi diluar dugaan, saya kembali harus mengelus dada mendengar jawabannya.

“ Bagaimana loen ( saya ) tidak kesal dan marah –marah, anak saya si Delfi juga tidak lulus…”

Haaa….. Oalah, Nasibmu burok that Nek….

Akhirnya saya pun pamit, bukan karena merasa gak enak hati namun karena perut sudah minta diisi.🙂

saleum

18 comments

  1. salaam..
    ya semoga ke depannya mutu pendidikan di negeri kita menjadi lebih baik dari yang sekarang bang,,,
    itu semua menjadi tanggung jawab bersama seharusnya, bukan instansi2 terkait saja….

    salaam

    1. Yup,…🙂
      semoga saja tahun depan setidaknya bisa di posisi dua besar se nusantara

  2. Ending-nya selalu twist ya ^^
    Akan lebih baik lagi jikalau kelulusan dibarengi dengan kemampuan karena sudah menjadi rahasia umum ada kecurangan di setiap UN *mengalami hhohho*

    1. Saya juga melihat langsung kecurangan itu mbak, namun saya tidak bisa berbuat apa karena saya tidak termasuk dalam daftar pengawas UN…

  3. waduh tragis banget ya alhamdulillah adik saya sudah lulus dan berencana melanjutkan kuliah insya allah..

    1. Syukurlah kang, semoga lulus juga saat ujian masuk perguruan tinggi negeri
      saleum

  4. sebagai siswa, saya masih belum mengerti apa tujuan diadakanya UN. membuat pelajar seIndonesia menjadi stres? logis.

    1. sedikit saya informasikan UN itu adalah sebuah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yg menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Memang banyak Pro Kontranya sejak awal diselenggarakan. walaupun demikian jika rajin belajar dan cermat maka tentu hasilnya akan baik juga.🙂
      saleum

  5. Agung Rangga · · Reply

    maaf pak, ‘burok that’ bahasa aceh ya, artinya apa?😳

    1. artinya ” Buruk benar” atau “buruk sekali”
      maaf lupa di translate 🙂

  6. Betul bro. Ujian nasional yang seharusnya menjadi tolok ukur kualitas pendidikan Indonesia malah mendidik adik-adik kita untuk menjadi pembohong dan penipu. Berbagai cara dihalalkan demi lulus dan nilai yang baik.

    Bukan hanya level sekolah, tapi juga tingkat kota hingga provinsi. Karena target dari bupati dan gubernur yang ingin melihat tingkat kelulusan di daerahnya tinggi, akhirnya turun instruksi tersembunyi untuk ‘membantu meluluskan’ anak didik.

    Termasuk sekolah di tempat saya mengajar. Sempat ada yang usul untuk membantu siswa dalam mengerjakan soal UN. Untung masih ada yang mengingatkan tindakan seperti itu justru merusak mental mereka. Masih kecil saja sudah diajari curang, gimana besarnya nanti,

    1. besarnya jadi pembual dan pembohong bro’. cocok kalau menjadi “Dewan yang Terhormat”🙂

  7. ““Apa yang sedang kamu baca Nek…?””

    Btw kalau saya yang berucap seperti itu, pasti sudah dijewer sama ibu🙂
    Mungkin lain ladang lain belalang, lain kolam lain ikannya..

    1. mungkin belum ada yang tau, karena saya juga gak kasih tau, Nek Di itu adalah sebuah panggilan “tidak resmi” untuk seorang kawan sebaya. di Aceh banyak yang muda – muda dipanggil dengan Nek Lah, Nek Nek Di, Nek Bi dsb. sedikit informasi Awalan “Nek” diawal nama bukan berarti yg bersangkutan sudah uzur.
      trims sudah mengingatkan saya🙂

  8. NAD harus bangkit dalam dunia pendidikan mensejajarkan dengan propinsi lain. Pasti bisa

    1. Semoga saja semua itu bisa terwujud, semua komponen yang terkait tentunya sudah bisa melihat dimana kekurangan pendidikan diaceh selama ini dan segera membenahi. apa artinya mewujudkan pendidikan yang bagus tanpa sarana yang memadai. trims sob🙂

  9. kami tetap bangga dengan usahanya kok..

    1. Sipp….!!!🙂
      Semua sekarang sudah dengan semangat baru neh….

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: