Duel DiGunung Sikorong ( Full Version )

Siang begitu terik, namun dipuncak gunung sikorong terlihat batu dan debu bertebangan, pepohonan banyak yang roboh sementara teriakan dan bentakan menggelegar terdengar. Diantara hujan debu tersebut terlihat dua sosok tubuh berkelebatan saling serang dan saling tangkis sehingga akibatnya debu semakin tebal terkibas oleh gerakan yang mereka lakukan. Siapakah mereka yang saling serang dan bermaksud saling bunuh itu?

Mereka adalah Tang Ke wuik, Ketua perguruan Ulamati Ikur dari Buluh Didi. Seorang tua yang sakti dan mempunyai tenaga dalam yang tak terukur. Tang Ke Wuik semasa mudanya pernah mengguncang dunia persilatan dengan membasmi dedengkot golongan hitam sehingga namanya harum sebagai pendekar pembela rakyat . Dia dipuja oleh rakyat dan setelah menikah dan mempunyai anak maka dia mendirikan sebuah perguruan silat yang dinamakan dengan Perguruan Ulamati Ikur dan mempunyai murid yang banyak. Sementara itu lawannya adalah La Ding, salah seorang jago tua yang ternama didunia persilatan saat itu. Kesaktiannya sulit diukur tingginya, sementara pengalamannya bertarung juga bukan seolah olah pula. Sudah banyak tokoh ternama yang mati ditangannya sehingga membuatnya angkuh dan memandang enteng semua orang. Hanya satu kesukaannya yakni saling menguji Ilmu kesaktian.

Mereka berdua sebenarnya adalah dedengkot dunia persilatan karena kesaktian mereka sudah tergolong sangat tinggi sehingga jarang ada pendekar yang mampu mengalahkan mereka. Cuma bedanya adalah bahwa Tang Ke Wuik telah mempunyai kehidupan yang tenang dengan perguruan silatnya sementara La Ding masih suka berkelana sesuka hatinya.

Pertarungan ini adalah janji mereka 7 tahun yang lalu ketika itu mereka sedang berkumpul dalam sebuah acara pernikahan anak Adipati Munduak. Ketika itu mereka berdua diminta oleh Adipati untuk memperlihatkan kesaktian mereka sebagai kado buat putranya Pangeran Sakin Lipek yang duduk dikursi pengantin. Tang Ke Wuik dan La Ding sebenarnya malas dan enggan namun mereka terpaksa naik ke panggung lantaran tidak mau mengecewakan Adipati Munduak yang mereka kagumi. Dalam adu kepandaian itu mereka cuma mengerahkan setengah dari kesaktian mereka namun kehebatan yang dirasakan oleh tamu yang hadir sudah sangat luar biasa. begitulah, mereka saling kagum dan berjanji akan bertanding lagi 7 tahun dimuka.

Begitulah,…. akhirnya Tang Ke wuik mempergunakan jurus Menebas awan menggunting gunung sehingga La Ding kelabakan menghadapi jurus aneh tersebut. Namun percuma La Ding menyandang nama besar didunia persilatan kalau tak mampu menghadapi jurus itu, dengan mengempos tenaga akhirnya La Ding membentak keras sembari melepaskan pukulan mengandung tenaga dalam penuh dalam jurus Memukul Naga menghantam Harimau, segulung Angin menderu deru ke arah Tang Ke Wuik. Dengan tabah Tang Ke Wuik menghadapi pukulan yang dilepaskan La Ding. Sedikit merundukkan tubuh kemudian Tang Ke Wuik melintangkan kedua tangannya didada, mulut merapal sebuah aji kesaktian yaitu Tangan Malaikat Memukul Badai yang jarang dipergunakan kecuali disaat penting begini. Tang Ke Wuik kemudian membentak garang sambil menyambut pukulan sakti yang dilepaskan La Ding.
” DUUAAAAARRR…..!!!” terdengar benturan laksana petir akibat pertemuan dua tenaga sakti tersebut. Tang Ke Wuik dan La Ding sama sama terpental dan muntahkan darah segar. Mereka terkapar tak bergerak dengan muka pucat pasi.

Bukit itu kini sunyi, hanya terlihat pecahan batu akibat pertarungan sengit dua jago tua dunia persilatan masa itu. Diantara batu batuan yang bertebaran, terlihat dua sosok tubuh terkapar diam tidak bergerak. kondisi Tang Ke Wuik sangat menyeramkan, pakaian koyak koyak bersimbah darah dan debu sementara kedua tangannya kehijauan akibat adu pukulan. Demikian juga kondisi La Ding yang tidak jauh berbeda. dari mulutnya darah segar masih menitik, dada pakaiannya terkuak sehingga nampak warna hitam berbentuk telapak tangan tertera didadanya.
melihat kondisi mereka entah sudah mati atau belum rasanya sulit diprediksi.

Selang beberapa saat terdengar keluhan dari mulut La Ding. Ketika dia membuka mata, dihadapannya terpisah 7 tombak terlihat Tang Ke Wuik terkapar tak bergerak. La Ding tertawa penuh kemenangan, namun seketika itu juga dia merasakan sakit didadanya sehingga nafasnya sesak. Sambil menahan sakit La Ding lalu duduk bersila dan berusaha bersemedhi untuk menyembuhkan luka dalam yang cukup parah. Sementara itu tubuh Tang Ke Wuik akhirnya menunjukkan tanda tanda kehidupan pula. Sebuah erangan kesakitan terpancar dari mulutnya tatkala berusaha untuk duduk. Dengan muka pucat pasi akibat luka dalam ketika bentrok tadi, Tang Ke Wuik menatap ganas pada La Ding yang sedang bersemedhi. Namun akhirnya Tang Ke Wuik menyadari kekhilafannya yang tidak buru buru mengatur peredaran darah dan menghimpun tenaga dalamnya kembali. Seketika itu juga dia duduk bersila sambil bersedekap tangan didada. Tang Ke Wuik dan La Ding saling berlomba untuk mengobati luka dalam dan kembali menghimpun tenaga yang banyak terkuras akibat duel maut tersebut.

Gunung Sikorong jadi saksi bisu ketika dua jago tua dunia persilatan adu kesaktian dan berusaha saling mengalahkan dengan mempergunakan jurus jurus yang langka. Sudah bisa dipastikan bahwa duel tersebut berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh dengan muatan tenaga dalam. Baik Tang Ke Wuik maupun La Ding tentunya tidak mau dikalahkan oleh lawan masing masing sehingga tanpa ada keraguan mereka telah mempergunakan pukulan pukulan yang mematikan demi mencapai kemenangan.

Waktu berjalan dengan cepat, hampir barbarengan Tang Ke Wuik dan La Ding berdiri dan saling berhadapan kembali dengan kuda kuda siap tempur dan mata saling melotot.

“ Hmmm… ternyata Pukulan Memukul Naga menghantam Harimau dari Pendekar La Ding memang luar biasa dahsyatnya,…” Dengan jujur Tang Ke Wuik memuji lawannya. Sementara itu La Ding mendengus Dingin.

“ Jurus Tangan Malaikat Memukul Badai milik saudara Tang juga luar biasa, kalau tidak punya tenaga dalam yang kuat, mungkin saya sudah hancur…” balas La Ding.

“ Tapi kali ini, saudara La Ding tentu akan saya binasakan…..” dengan dingin Tang Ke Wuik berkata. La Ding ganda tertawa sambil menjengek.

“ Huh… tak semudah itu, mari kita buktikan…” Usai berkata demikian La Ding segera berancang ancang.

Mereka maju selangkah dan bersiap siap untuk kembali bertempur. Namun dari kejauhan terdengar suara yang sangat jernih dan seketika membuat dua jago tua itu tertegun. Pikiran mereka menjadi jernih dan mereka merasakan kelapangan dalam hatinya. Tiada lagi ada rasa permusuhan dihati mereka dan tak ada lagi niat untuk saling membunuh. Tak lama kemudian Tang Ke Wuik dan La Ding saling pandang, lalu serempak mereka tersenyum. Sambil mengembangkan tangan mereka kemudian berpelukan dengan suasana riang gembira seperti menyambut datangnya sahabat karib.

Sangat aneh, beberapa saat yang lalu hawa pembunuhan sangat terasa dalam pertarungan mereka. Mereka saling hantam, saling pukul sehingga mereka terluka dalam dan hampir mati. Tak tau nya sekarang mereka seperti sepasang sahabat karib bertemu dan saling bercakap cakap riang. Tak henti hentinya mereka saling bercanda dan tertawa. Tiada lagi hawa pembunuhan dimata mereka, semua sudah berganti dengan pancaran keakraban dan persaudaraan. Sangat mencengangkan melihat Tang Ke wuik dan La Ding seperti itu.

Selidik punya punya selidik akhirnya baru diketahui penyebab kenapa dua jago tua yang bermusuhan itu saling melupakan duel mereka, ternyata suara jernih yang mereka dengar dan membuat Tang Ke Wuik dan La Ding tertegun tadi berasal dari sebuah Radio yang sedang memutar lagu “ Dangdut is The Music my country ” miliknya Project Pop. Owalaaaahhh….

44 comments

  1. wkwkwkwk
    bang demilano bisaa ajaaaaaa,, hahahahaa

    sudah serius banget dari awal, eyalaaaahhh,, endingnya bikin jempol ini ikut bergoyang.. haha

    bagus bang,, cerita silatnya bener2 bagus…
    salaam

    1. hahaha…. tadinya saya maunya sih serius bikin ceritanya bang, namun setelah saya selidik ternyata cerita ini bakal panjang. akhirnya saya akhiri saja dengan mengucapkan wabillahi taufiq wal hidayah,😆
      biar gak serius kali bang
      saleum

  2. Hahaha mantap nih cerita silatnya.
    Ciaaaaaaaaattttttttt…

    1. hehehe…. trima kasih sob, ciiiiiiiiaaaaaattttt …..😆

  3. hehe.. ah, bacanya udh kadung serius di awal…

    1. selera canda dalam diri saya masih sangat tinggi mbak, maaf ya telah buat tersenyum🙂

  4. Anugrha13 · · Reply

    waduuuwww…
    saya kira beneran…bulu kuduk sudah ikut berdiri…pitam pun sudah mulai naik…tapi akhirnaya ikut meliuk juga hahahaha dangdut is the music my country oh my country gbehhehehe

    1. tareeeeekkkk mang…… 😆

  5. oalah… napa enggak sekalian satria bergitar atau Bang Rhoma yang muncul bang hahahaha

    1. terlalu mahal bayarannya kang, jujur saya gak sanggup😆

    2. Ini baru cocok, hehehehhe

      Endingnya dramatis banget….

      1. sekalian dangdutis juga mbak hehehe

  6. ah… gitu ya…. he..he.. udah kening berlipat ujung2nya jempol yang goyang :P

    1. Sekali kali kita berdangdut ria bu😆

  7. Membaca pertama ingat cerita silat bersambung kesenangan ku dulu. Dengan mengandalkan tenaga gingkangnya, Asmaranan S Kho Phing Ho. Begitu sampai ending, ternyata rasanya project pop banget😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. hehehe… masih belajar buat cersil mas, karena keseringan baca Kooping Ho sih, jadinya kek gini😆

  8. hehehehe… gak jadi bertarung malah dangdutan donk:mrgreen:

    1. iyalah mbak, enakkan dangdutan daripada bertempur….

  9. kirain apa kagak tahunya… wis…embuhlah

    1. Sedang belajar menyatukan keseriusan pak, pingen banget serius nulis cerita tapi masih belum bisa juga endingnya….

  10. mantab gan, tapi kenapa kok ilmu hitam sih apa gak ada warna yang lain gan?
    salam kenal gan saya aziz tapi bisa dipanggil zendun sehingga saya punya alternatif nama blog saya zendun saya asli Ponorogo kota Reyog gan

    1. Salam kenal juga bro zendun,🙂
      sepertinya warna hitam dan putih itu sudah landmark dari sono nya kali bro.🙂

  11. Agung Rangga · · Reply

    huehehe~
    bisa aja bikin ceritanya kak~😆
    malah dangdutan~

    1. saya paling susah untuk dibawa serius mas,🙂
      makanya cerita2 diblog ini jarang ada yg serius😀

  12. Hayo… Radio siapa tuh yang ditaruh di gunung?😀
    Setelah duel maut dengan bertarung silat, berubah menjadi tarung dangdut😀

    1. hahaha… ternyata kerjaan bro riez mbak,…. dia yg ngidupin radio hahaha

  13. jadi inget masa SMP, suka baca Wiro Sableng. hehehe…

    1. Hehehe…. karena cerita begituan lah makanya saya iseng belajar nulis kisah ini mas🙂

  14. riez · · Reply

    Maaf kang waktu itu saya yang nyetel radio…(endingnya mantab)

    1. oooo…. pantesan aja duelnya berhenti total, ternyata itu kerjaan bro Riez😆

  15. duel maut ya? hehehe
    maaf baru bisa berkunjung lagi

    1. ya mbak, duel maut…..
      trims dh berkunjung🙂

  16. papap · · Reply

    wkwkwkw jadi dangdut itu adalah lagu persaudaraan ya bang..tariiik mannggg…sunguh terlalu…

    1. Mari berjoget pap, sekalian mengendorkan otot2 yang dah tegang😆

  17. he.. he…
    saia pikir tapinya bakal berakhir tragis….
    ternyata.. he.. he..
    ending yang sungguh tidak disangka2…😀

    1. Virus “gakserius” sudah mulai berkembang biak dan berevolusi diotak saya mbak put😀 susah untuk dilawan saat sekarang

  18. Irfan Handi · · Reply

    mampir uda. semua dibikin ngakak neh ma ceritanya.
    mantabbb.

    1. alangkah bahagianya hati ini jika semua bisa tersenyum ceria. itu adalah harapan saya mas irfan

  19. jyahahaha dangdut is the music of my country banget dah ya om😀 #anak buah rhoma irama

    1. ada joget jempolnya mbak tiara?😆

  20. nakdo namo lain………….????

    1. Nakdo yuang😆

  21. onesetia82 · · Reply

    bagus gan . . .
    setelah saya baca cerita lumayan hilang rasa stress saya . . .
    makasih gan . . .😀

    1. justru pada saat cerita itu ditulis saya lagi dalam keadaan stress bro,😆 itulah tulisan gila yang pernah saya karang

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: