Seragam Putih Merah

Saleum,

Baru – baru ini aku mendapatkan sebuah pe-er bergilir dari kang Asop, yakni harus menceritakan memori masa sekolah dasar (SD). Sejenak aku membisu sambil menatap pucuk – pucuk akasia yang tumbuh disamping rumah dan kubiarkan alam bawah sadar ini mengumpulkan kembali kepingan demi kepingan memori yang pernah ada disaat aku masih mengenakan seragam putih merah itu. Sudah sangat lama berlalu masa itu, dimana sebuah masa yang panjang kuhabiskan bersama kawan – kawan sekampung yang sekarang sudah terpisah – pisah disebabkan takdir hidupnya. Termasuk diriku yang juga harus rela berpisah jauh dari kampung halaman dimana sekolah ku itu berdiri.

Pertama, aku minta maaf karena tidak bisa mempublish bentuk SD tempat kubelajar dulu, karena memang aku tak mempunyai fotonya. Maklumlah masa itu sudah lama berlalu.

Kedua, aku akan menceritakan sedikit tentang masa pertamaku di Sekolah Dasar. Aku mulai diterima di Sekolah Dasar Negeri No. 3 Kluet Selatan pada tahun 1986 disaat umurku baru 7 tahun. Sebelumnya aku sempat “nginap” di Taman Kanak – Kanak alias TK Dharma Wanita Kluet Selatan. Kelas satu di sekolah dasar sangat berarti buatku, aku mulai merasakan suasana yang baru, yang ramai, yang menyenangkan, seperti berkenalan dengan kawan – kawan yang lain dan ikut bermain bersama – sama. Walaupun demikian aku sering juga mendapatkan sesuatu yangg tak menyenangkan, salah satunya olok – olok dari anak kelas 4, karena saat itu badanku tambun sehingga mereka setiap hari mengolok –olok diriku. Pada dasarnya aku bukan anak yang penakut, lalu aku menghentikan olok – olok mereka itu dengan lemparan batu. Hehehe…  Semua kejadian demi kejadian itu sedikit demi sedikit membuat perkembangan belajarku menjadi baik. Begitulah, sejak tahun pertama hingga tahun ketiga, aku sudah bisa memaksimalkan hasil belajarku dengan predikat rangking satu. Alhamdulillah….🙂

Pada tahun keempat pendidikan disekolah itu, kenakalanku mulai menampakkan diri.Ilustrasi doang Aku sudah mendapatkan beberapa kawan yang sepaham dan sepihak denganku, namanya juga anak- anak, aku mulai nakal. Karena aku mempunyai tubuh yang gempal bin tambun dan tinggi saat itu sehingga terlihat kuat ( hahaha… ngakunya,. ) maka kawan kawan ku menjadikan aku sebagai bos. Aku dan kawan – kawan sudah mulai meniru bagaimana aksi dari kelompok The A Team, ituloh film action yang tokohnya Hannibal dan B.A. Kami beraksi diluar waktu belajar dan disaat guru belum masuk kelas dengan mendorong dan memprovokasi beberapa kawan cowok untuk berkelahi. ( Astagfirullah,…Ini nih yang gak pantas ditiru, apalagi dibanggakan, hufftt…). Yach… kenakalan yang seperti itulah yang sering kulakukan dengan kelompokku dulu sehingga kelompok kami ditakuti oleh seluruh siswa siswi dari kelas empat hingga kelas satu. Tapi aku dan kelompokku punya lawan tangguh dari kelas lima, yakni kelompoknya Syamsul (nama kawanku). Syamsul punya bodi yang kekar karena dia anak nelayan dan sudah biasa mendayung sampan bersama ayahnya. Pernah suatu hari aku dan syamsul duel di belakang bangunan WC, karena kelompokku mengacau dikelas lima dan kelompok si Syamsul mengetahuinya lalu mereka menantangku berduel dan hasilnya, hidungku berdarah dan muka si syamsul memar – memar. Hahaaha…

Perkelahian itu masih jelas kuingat karena setelah beberapa minggu sejak duel tersebut kami bersahabat hingga sekarang, persahabatan itu bermula tatkala kami disatukan dalam sebuah tim tarik tambang pada acara 17 Agustus. Jika kami ingat tentang duel itu, kami akan tertawa terbahak – bahak.

Yang Ketiga yang ingin kuceritakan pada sahabat adalah, prestasi belajarku merosot dan mendapat rangking 8 akibat kenakalanku. Sejak saat itu, aku mulai mendapat didikan keras dari ayahku yang berprofesi sebagai kepala sekolah di SD lain. Waktu bermainku mulai berkurang dan kebanyakan waktuku ada dirumah karena harus belajar dan diharuskan membantu Bunda didapur. Aku diajarkan mencuci piring, memasak nasi dengan menggunakan kayu bakar, karena dulu rice cooker belum ada yang jual didaerahku. Bunda juga mengajariku bagaimana caranya memasak sayur dan mencuci pakaian. Diumurku yang baru 10 tahun, ayah dan bundaku mengajariku dengan semua pekerjaan rumah, sekaligus mengajarkan ku bagaimana menjadi seorang murid yang baik. ( semua didikan tersebut ternyata sangat berguna ketika aku sudah nge – kost dikota lain disaat aku mahasiswa ) Perlahan – lahan, hasil belajarku kembali memuaskan dengan mendapat rangking 2 dari 34 siswa pada saat ujian kenaikan kelas. Sementara itu, kawan – kawan kelompokku sudah membubarkan diri sejak mereka tahu bahwa aku mendapat “pingitan” dirumah, tapi disekolah kami masih kompak terutama dalam permainan sepakbola.

Ada kejadian menarik tatkala aku sudah dikelas lima, yakni pemilihan peserta lomba cerdas cermat tingkat SD se Kecamatan. Sungguh tak kusangka, aku dipilih menjadi peserta lomba bersama dua murid kelas enam. Berhubung kecamatan Kluet Selatan terdiri atas 16 desa sekarang disebut gampong, maka acara cerdas cermat pun berlangsung dengan seru. Walaupun tidak juara I dan terpilih mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten tapi ada kebanggaan tersendiri buatku karena aku terpilih dari puluhan murid lainnya untuk mewakili sekolah. Nah sejak aku terpilih menjadi peserta lomba itu, maka cerita yang menarik lainnya menyusul tatkala aku sudah berada di kelas enam. Cekidot….😆

Kelas enam adalah kelas terakhir untuk sekolah dasar. Dikelas enam aku dipilih menjadi ketua kelas dan memimpin 30 orang murid. Selama sekolah, aku tak pernah menemukan guru yang killer, semua guru disekolahku baik – baik, cuma yang killer adalah penjaga sekolah yakni seorang lelaki paruh baya yang punya suara besar. Kalau dia pura – pura marah pada kami, otomatis kami akan melarikan diri semua. Aku ingat pada seorang  guruku waktu itu, namanya Ibu Nuraiyah dan dia sangat baik padaku dan juga selalu memotivasiku untuk belajar lebih giat lagi.

Murid kelas enam kalau aku gak salah ingat memang ada 30 orang, 13 laki – laki dan selebihnya perempuan. Ada seorang murid perempuan yang kusukai saat itu, namanya Marliati. Dia anak yang manis dan rapi dengan rambut berponi. Aku senang banget jika dekat dengannya dan cemburu banget kalau ada kawan – kawan ku yang laki laki dekat dengannya.😆 Dia punya tulisan yang bagus lho, anaknya pintar walaupun gak pernah dapat rangking satu. Padaku dia suka memberikan permen lolipop, oleh – oleh ayahnya kalau pulang dari Medan. Posisiku sebagai ketua kelas juga tidak menolongku terhadap persaingan untuk mendapatkan si Marliati. Aku masih ingat pada Okta, Faisal dan Maman, mereka anak orang berada dan selalu memberi sesuatu pada marliati sebagai pemikat. Sementara aku cuma mampu memberinya jawaban kalau diadakan tes tertulis. Duch… kaciaaaan banget…😥

Sementara waktu terus berjalan, usiapun terus bertambah. Masa depan harus terus kita tapaki dan berusa merengkuhnya sebagai bekal kita hidup didunia. Aku menyudahi masa SD ku dengan nilai baik dan syukurlah, kawan – kawanku lulus semua karena para guru telah berhasil mengajari kami selama bersekolah. Hanya satu yang tak berhasil kudapatkan yakni aku gagal mendapatkan marliati si kembang sekolahku karena katanya dia masih kecil untuk pacaran. Hahaha…..

Begitulah cerita masa SD yang sudah kutuliskan disini sesuai dengan perintah dari kang Asop untuk menceritakan pengalaman masa SD. Alhamdulillah ya, 😀 karena aku masih mampu mengingat kisah yang sudah sangat lama terpendam lewat beberapa lembar foto usang yang masih ada.  Mengutip sedikit ungkapan dari Pakdhe Cholik, “Mengerjakan PR dari sahabat itu bagian dari pengabdian kepada Komunitas Blogger Republik Indonesia.
PR sahabat mempunyai khasiat ganda.
1. Mengupdate blog.
2. Menjalin persahabatan yang kokoh tak tertandingi berdasarkan prinsip saling asih, saling asuh dan saling asah yang ditopang oleh pilar saling mengerti,saling menghormati dan saling menghargai serta saling menyayangi… “ J

Saleum,

37 comments

  1. irfan handi · · Reply

    Jadi ingat masa-msa SD dulu ya mas. kenangan yang indah.
    dan setuju banget mas, dengan meneruskan tugas/PR dari sahabat akan mempererat persaudaraan antar blogger tanah air.
    Salam persahabatan selalu dari Lombok.

    1. kenyataannya memang begitu mas, cuma saya gak bagi ke sahabat yg lain karena PR ini hampir semua sudah mendapatkannya.

  2. Irfan Handi · · Reply

    Saya juga jadi teringat dengan Award-Award yang pernah dibagi-bagi beberapa waktu lalu mas. Kapan ya ada sahabat yang memulai Award itu lagi? he. . .🙂

    1. Enggak tau ya mas, mudah2an ada yg mulai…

  3. wanspeak · · Reply

    Membaca ini, saya jd ikut bernostalgia

    1. silahkan dilanjutkan sob,🙂

  4. Keran banget Mas, masa SD sudah memulai perasan tumbuh bunga dalam hati, hingga terus menajdi ingatan dalam hati. he….x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    1. ya mas, bunga yg tumbuh itu sebenarnya cuma putik kecil yg masih rawan digerogoti semut, bahkan angin semilirpun akan meluruhkannya kebumi. Saya ingat karena ada foto nya yg tersisa, lagian saya mengumpulkan memori ini selama 3 hari setelah kang asop kasih pe-er, karena memang sulit mengingat kembali🙂

  5. ciee bang Dmilani SD sudah ada deg deg ser sama Marliati.. hihihi
    Ingatannya masih sangat tajam bang, hebaat.. banyak sekali kenangna SD yang masih bisa dikenang dengan jelas..😀

    1. kan saya masih punya foto lama bang, cuma sayangnya gak bisa saya fotoin lagi karena sudah banyak yg gak jelas gambarnya. tapi mengenai marliati ntu, memamng beitu adanya, sygnya dia bukan jodohku, hahahaa

  6. Kenangan SD…. hik…hik jadi ingat alm bapak nich. soalnya bapak yang setia menemani saya belajar. ditunggu kunjungan baliknya ya…. salam kenal

    1. Salam kenal juga sob, oke saya akan berkunjung🙂

  7. dulu kalo saya bukan berantem antar kelas tapi antar sekolah.Sering ejek-ejekan sampai saling lempar batu sama Sekolah SDN yang muridnya sedikit.dan pihak kami selalu menang,

    1. berarti gak ada dong musuh dalam selimut mas riez….🙂

  8. andai Marliati ikutan mbaca post ini,, ihik
    itu foto yang di atas, mau ngeluarin jurus apa tuh mas??😀

    saya malah belum smpat ngerjain PR SD ini, smoga yg ngasih nggak marah dan kapok, hehe
    salam

    1. Saya yakin dia akan tersenyum dan bahkan ketawa sob, karena pada saat itu memang kita semua masih lugu banget. Ohya foto diatas ntu bukan saya. itu cuma ilustrasi gambar aja, pdhl saya udah lampirkan dibawah foto, kok gak muncul ya

  9. wah asik banget om masa SDnya udah jotos2an gitu😀

    1. namanya juga masih darah panas mbak,…😆

  10. akhirnya pe er terselesaikan sudah.. hehehe.. mumpung ngebahas merah putih, sekalian ajja nii kita dukung garuda muda yg tinggal selangkah lagi🙂 hehehe.. go go go endonesa!!!

    1. Hehehe,… berkat beberapa foto usang, PR ini terselesaikan juga. Saya sudah dukung timnas kita… sayangnya tim kita keok lagi dari malaysia

  11. Seru banget ya pengalaman masa SD nya. Sungguh merupakan pengalaman yang takkan terlupakan dan akan selalu diingat sepanjang masa ya🙂

    1. memang seru mas, apalagi jika ingat pada lawan duelku dulu, hahaha… padahal dia tu sahabat baik sekarang

  12. hahah, ngeliat foto anak SD nya bikin ngakak.
    tapi menurut saya, wajar kok kalo anak cow nakal. hehe

    1. dunia anak2 masih lugu dan masih suka meniru, karena masih belum paham akan sebuah perbuatan….
      tp foto yg ditulisan ini bukan foto saya🙂 cuma ilustrasi gambar saja, supaya manis… hehehe

  13. Apa kabar Marliati skrg Bang? hihihihi

    1. ya elaaaahhh…. kok dia yg tanyai kabarnya, wong saya yg punya blog kok gak ditanyai begitu…???😆

  14. eeh? maret 87 aku belum lahir, pak. hhehe

    1. gak apa – apa kok, belum kena roaming tu…😆

  15. oooh berarti mas Dmilano kelahiran 1980 yaaa… wah kita seumuran berarti nih hehhee😀

    1. saya lahir 79 mbak thia,…🙂

  16. maaf mas, ini coment saya out of topic, tapi gimana ya keadaan dan tanggapan masyarakat terhadap penyandang disabilitas, mohon input guna kampanye persamaan hak bagi penyandang disabilitas.

    trims, salam endipiran blog

  17. berkunjung sob..salam blogger
    sukses selalu yah..:)

    1. Aamiin, salam blogger sob🙂

  18. beda 2 thn kita nih🙂 seumuran sama adeku ya thn 80

    1. saya 32 mbak🙂 hehehe

  19. Ciyee..Marliati..
    Ehem..ehem..
    Banyak ya kenangannya..
    Anak laki2 nakal,wajar..
    Tapi sekarang ga nakal lagi kan??

    Sama akyu beda 4 tahun hiks..
    Aku manggilnya apa ya,Mas,akang,nama panggilannya apa nih *bingung*

    1. Hahahaaa…. anak laki laki memang harus nakal,…🙂 biar bisa berkembang. Kalau mau manggil, panggila saja Bang dee aja, lebih baik karena kawan2ku manggilnya demikian.

Bagaimana menurut anda... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: